hukuman bagi para pencemar sungai

Di Indonesia memang ada hukuman bagi pada pencemar sungai seperti diatur dalam UU No. 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, antara lain: pembayaran ganti rugi, pidana penjara, dan pidana denda. Terhadap pelaku badan usaha dapat dikenakan pidana tambahan atau tindakan tata tertib berupa: (a) perampasan keuntungan yang diperoleh dari tindak pidana, (b) penutupan seluruh atau sebagian tempat usaha dan/atau kegiatan, (c) perbaikan akibat tindak pidana, (d) pewajiban mengerjakan apa yang dilalaikan tanpa hak dan/atau (e) penempatan perusahaan di bawah pengampuan paling lama 3 (tiga) tahun.

Di Malaysia, pencemar sungai dikenai hukuman mati, jika perbuatannya sampai membuat orang yang mengkonsumsi air sungai yang tercemar tersebut kehilangan nyawa, jadi tingkat pidanannya dianggap sama dengan membunuh orang. Namun jika tidak ada korban jiwa, hukumannya adalah membayar denda minimal 500.000 ringgit (1,5 Milyar Rupiah) atau penjara selama lima tahun, sesuai yang tertera pada peraturan perundangan Malaysia Environmental Quality Act 1974.

film indonesia

berikut ini film-film indonesia yang saya rekomendasikan

Sang Pencerah (2010)

 

Minggu Pagi di Victoria Park (2010)

 

Emak Ingin Naik Haji (2010)

 

Alangkah Lucunya Negeri Ini (2010)

 

Garuda di Dadaku (2010)

 

Laskar Pelangi (2008)

 

Naga Bonar Jadi 2 (2007)

 

Gie (2005)

 

Petualangan Sherina (2000)

 Kalau ini film-film Indonesia yang ingin saya tonton tapi belum bisa karena sulit mencari streaming-nya maupun vcd-nya

Drupadi

 Laksamana Keumalahayati

 

perpustakaan sekolah

saya tiba-tiba teringat pertama kali saya meminjam buku di perpustakaan. waktu itu saya masih kelas 3 SD. saat itu pemandangan paling menarik yang saya jumpai adalah melihat buku-buku lama. entah mengapa saya suka melihat buku yang sudah terlihat usang dan menguning itu. saya lupa judul buku pertama yang saya pinjam dari perpus pada saat itu, yang saya ingat hanya buku itu adalah salah satu buku tua yang sudah banyak ditambal selotip dan itu buku anak-anak yang tulisannya hanya beberapa kalimat di tiap halamannya dan mungkin ceritanya hanya kisah sehari-hari si ani atau budi (nama paling pasaran jaman 90an). 

saat smp, saya masih sering mengunjungi perpustakaan. dan saat ini pertama kalinya saya mengenal novel sastra Indonesia dari buku-buku yang saya pinjam di perpustakaan smp. Beberapa buku yang saya pinjam diantaranya layar terkembang, dari ave maria ke jalan lain ke roma, salah asuhan. tapi sayangnya saya kurang mengerti ceritanya karena susunan katanya yang masih menggunakan struktur kalimat lama yang amat sangat baku.

saat sma, saya bersyukur koleksi buku di perpustakaan sma saya amat sangat lengkap. mulai dari majalah, novel sampai ensiklopedia semuanya ada. terutama novel-nya. dibanding perpustakaan di sekolah-sekolah saya sebelumnya, perpustakaan di sma saya ini memiliki koleksi novel yang paling lengkap. novel dari zaman 50an sampai novel yang baru terbit semua ada. ini salah satu hal yang membuat saya ingin sma lagi.

itu sekelumit cerita saya tentang perpustakaan di sekolah-sekolah saya. namun sayangnya tidak semua sekolah punya perpustakaan yang lengkap seperti di sekolah-sekolah saya, bahkan banyak juga yang tidak punya perpustakaan. tapi kita jangan hanya turut prihatin melihat fenomena ini. kita bisa ikut membantu sekolah-sekolah ini mendirikan perpustakaan. salah satunya dengan menyumbangkan buku-buku yang sudah dibaca kepada sekolah-sekolah yang tidak punya perpustakaan atau yang perpustakaannya kurang buku. untuk masalah bagaimana cara memberikannya tidak usah khawatir, saat ini sudah banyak program penyaluran buku-buku untuk sekolah-sekolah di pelosok. Ada Gerakan 1000 Buku, Indonesia Menyala, Gerakan Peduli Membaca, Vidya Sanggraha, Rumah Baca Sunan Pathi, dan banyak lagi yang lainnya yang belum saya temukan di google. jika mau menyumbang silahkan langsung menghubungi sekertariat LSM tersebut.

kebetulan dua penari jawa

Saya mengalami dua kali kebetulan dengan para penari jawa. Pertama dengan Rachmida Patmawati Dewi. Pertama saya lihat beliau menari di Sendratari Ramayana yang berperan sebagai menjangan emas. Kemudian kedua kalinya saya bertemu beliau saat tong tong festival di Belanda. Lalu pertemuan ketiga saat Festival Indonesia di Nijmegen. Berikut ini tiga foto mbak mida yang saya ambil

Mbak Mida sebagai menjangan emas di Sendratari Ramayana, Magelang

 Mbak Mida di TongTong Festival, Belanda

Mbak Mida di Nijmegen Belanda

 Kebetulan yang kedua, dengan Rambat Yulianingsih, penari utama Matah Ati. Pertama saya lihat beliau tampil di Mangkunegaran Performance art. Kedua kalinya, saya lihat beliau di Matah Ati. Bedanya dengan Mbak Mida, kalau yang ini saya tidak kenal. Hanya pernah lihat saja. Kalau yang ini bukan benar-benar kebetulan, karena memang penari Matah Ati diambil dari penari-penari Mangkunegaran. Jadi wajar ada wajah yang sama dari acara yang diselenggarakan Istana Mangkunegaran. Kebetulannya hanya waktu acara Mangkunegaran Performance Art dua tahun lalu saya sempat memfoto wajah Mbak Rambat, yang ternyata tahun ini menjadi penari utama pertunjukan Matah Ati. Berikut ini foto Mbak Rambat dari kamera saya.

 di acara Mangkunegaran Performance Art
 
 
sesi foto setelah pertunjukan Matah Ati selesai
(ki-ka: Rambat Yulianingsih sebagai Matah Ati, orang yang lagi ikut sesi foto, Fajar Satriadi sebagai Raden Mas Said )

summer

akhir2 ini saya sering melihat penggunaan kata summer (musim panas dalam bahasa indonesia) dipakai untuk menandakan liburan pada bulan Juni-Agustus. Salah satu contoh penggunaan summer sering kali pada di kata ‘Summer School’. Biasanya ’Summer School’ digunakan pada acara-acara pelatihan yang diadakan pada bulan-bulan liburan Juni-Agustus. Dan banyak sekali pelatihan2 singkat pada bulan Juni-Agustus di Indonesia yang menggunakan kata ’Summer School’, alih-alih supaya terlihat lebih International. Padahal penggunaan kata summer di Indonesia pada bulan-bulan ini jelas salah. Karena jelas sekali pada bulan juni-agustus adalah waktunya musim hujan di Indonesia. Seperti yang saya lihat di ramalan cuaca akhir2 ini, suhu rata2 di Indonesia 10 derajat lebih dingin daripada suhu rata2 di eropa. Misalnya saja saat di Deventer sedang sekitar 35 derajat celcius, di Jakarta justru 25 derajat celcius. Jelas ini bukan summer, karena menurut saya, summer itu bila suhunya diatas 30 derajat. 

Jadi saran saya, apabila anda adalah seorang trainer atau event organizer untuk  acara-acara pelatihan pada bulan Juni-Agustus yang diadakan di Indonesia, tolong namanya diganti, karena kata Summer School jelas salah besar untuk digunakan di Indonesia pada bulan2 Juni-Agustus.

Transmigrasi

Sejak pertama kali saya tau tentang Transmigrasi sewaktu saya masih duduk di kelas 3 SD, saya benar-benar kagum dengan adanya program ini. Pertama karena di Jawa sudah terlalu banyak orang, sedangkan di pulau2 luar jawa penduduknya jauh lebih sedikit, sehingga memang sudah seharusnya penduduk di pulau jawa dipindahkan ke pulau lain supaya kepadatan penduduk di Jawa bisa dikurangi. Yang kedua adalah karena pada buku yang saya baca pada waktu itu, para peserta transmigrasi akan mendapat kehidupan yang jauh lebih layak daripada kehidupan mereka sebelumnya di kota-kota besar. Contoh cerita tentang transmigrasi yang diceritakan pada buku saya sewaktu SD adalah kegiatan bercocok tanam sendiri. Dengan bercocok tanam para peserta transmigrasi dapat langsung memakan hasilnya sendiri tanpa khawatir tidak ada uang untuk membeli makanan, karena bahan-bahan makanan sudah tersedia dari hasil perkebunan mereka sendiri. Pada saat itu dengan pengetahuan saya yang sebatas pada tanah Indonesia yang teramat subur, tongkat yang ditancapkan pada tanah saja sudah dapat tumbuh menjadi pohon, sehingga menurut saya untuk bercocok tanam di Indonesia tidak butuh pengelolaan yang rumit seperti memberi pupuk dan obat anti hama, kita hanya menanam benih dalam tanah dan benih itu akan tumbuh sendiri menjadi tanaman2 yang bisa dimakan. Sehingga saya benar2 mendukung adanya gerakan transmigrasi dan sangat berterimakasih pada Presiden Soeharto, presiden pada waktu itu, karena telah menciptakan program transmigrasi ini.

Saat ini, saya mencoba memastikan apakah program transmigrasi masih berjalan. Jika saya lihat dari website departemen tenaga kerja dan transmigrasi, http://www.nakertrans.go.id/ , alhamdulilah prgram transmigrasi masi berjalan sampai sekarang, justru pesertanya semakin membludak, berdasarkan berita dari sini dan sini. Membludaknya peserta menandakan kesuksesan program pada tahun2 sebelumnya. Sehingga saya punya anggapan bahwa bayangan saya sewaktu SD dulu memang benar adanya, kehidupan orang2 yang sudah bertransmigrasi menjadi lebih baik dari kehidupan mereka sebelumnya. 

 

koin untuk perbaikan sanitasi indonesia

Sekarang ini sedang marak2nya pengumpulan koin. Pertama kali pengumpulan koin dilakukan pada saat kasus Prita Mulyasari dimana ia harus membayar Rp.204 juta untuk bebas dari tuduhan pencemaran nama baik. Lalu ada lagi pengumpulan Koin Cinta Bilqis untuk membantu biaya operasi Bilqis Anindya Passa (Alm) yang menderita penyakit Atresia Bilier atau kelainan pada fungsi hati.

Mengambil ide pengumpulan koin ini, saya tertarik untuk membuat program pemberantasan sanitasi buruk di Indonesia dengan dana dari koin2 yang terkumpul dari masyarakat. Dana lain bisa dari sumbangan perusahaan-perusahaan sponsor atau dari Anggaran Dept. PU Direktoran PAMSIMAS.

Mengapa perbaikan sanitasi itu penting?

Karena berdasarkan data dari DEPKES, rumah tangga yang mempunyai akses pada sanitasi yang baik 63,5%, dan masih ada sekitar 24,8% (kurang lebih 60 juta penduduk) tidak menggunakan fasilitas BAB (34,5% di kota dan 9,2% di desa).

Tidak adanya fasilitas BAB, menyebabkan para penduduk terkena penyakit-penyakit yang disebabkan oleh bakteri-bakteri dalam kotoran manusia.

Siklus faeco-oral (dari tinja ke mulut) 

Ada dua siklus yang menyebabkan tersebarnya penyakit ini, pertama kotoran manusia yang dibuang di atas tanah dihinggapi lalat yang kemudian hinggap di makanan dan makanan tersebut dimakan oleh manusia. Yang kedua, kotoran manusia yang dibuang ke sungai akan ikut mengalir searah arah aliran sungai, dan pada bagian hilir sungai, ada beberapa penduduk yang menggunakan air sungai untuk keerluan sehari-hari, sehingga secara tidak langsung penduduk di daerah tersebut menggunakan air bekas kotoran manusia.

Solusi

Perbaikan sanitasi dengan pengadaan fasilitas BAB yang aman (toilet + pengolahan pasca pembuangan). 

Program seperti ini sudah lama ada sejak dibuatnya Peraturan Menteri Kesehatan tentang Sanitasi Berbasis Masyarakat dan sudah mulai dilaksanakan sejak peraturan selesai dibuat. Tapi sampai sekarang belum semua daerah di Indonesia mendapat fasilitas BAB yang aman. Salah satu masalahnya adalah karena kurangnya dana. Apabila kita bisa mengumpulkan koin seperti pada saat pengumpulan koin untuk Prita dan untuk Bilqis, mungkin program ini bisa diselesaikan lebih cepat.

 

presentase kemiskinan Indonesia tahun 2009

Presentase jumlah kemiskinan di Indonesia semakin berkurang. Pengurangan jumlah kemiskinan sebagian besar disebabkan oleh penurunan garis kemiskinan. Garis kemiskinan ditentukan oleh kemampuan untuk membeli barang-barang kebutuhan pokok.

Berikut presentase jumlah kemiskinan di tiap propinsi di indonesia diurutkan dari yang terkecil

Propinsi Presentase Kemisinan
DKI Jakarta 3,62
Kalimantan selatan 5,12
Bali 5,13
Kalimantan Tengah 7,02
Bangka Belitung 7,46
Banten 7,64
Kalimantan Timur 7,73
Kepulauan Riau 8,27
Jambi 8,77
Kalimantan Barat 9,30
Riau 9,48
Sumatera Barat 9,54
Sulawesi Utara 9,79
Maluku Utara 10,36
Sumatera Utara 11,51
Jawa Barat 11,96
Sulawesi Selatan 12,31
Sulawesi Barat 15,29
Sumatera Selatan 16,28
Jawa Timur 16,68
DI Yogyakarta 17,23
Jawa Tengah 17,72
Bengkulu 18,59
Sulawesi Tenggara 18,93
Sulawesi Tengah 18,98
Lampung 20,22
NAD 21,80
Nusa Tenggara Barat 22,78
Nusa Tenggara Timur 23,31
Gorontalo 25,01
Maluku 28,23
Papua Barat 35,71
Papua 37,53

Sumber : Badan Pusat Statistik

DKI jakarta menempati urutan teratas, karena hampir semua penduduk jakarta sudah dapat memenuhi kebutuhannya masing-masing dengan gaji sekadarnya. Saran saya, kalau bisa ada program pemberantasan kemiskinan di Jakarta dari 3,65% menjadi 0%. Tentunya kalau sudah tinggal sedikit, pelaksanaan program tidak akan begitu sulit.

Walaupun Jakarta dan Banten menempati urutan teratas, sayangnya provinsi di pulau Jawa lainnya tidak berasib sama seperti Jakarta. Masih banyak masyarakat miskin yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Untuk seluruh provinsi di pulau kalimantan bisa diacungi jempol karena jumlah presentase kemiskinannya sudah dibawah 10%. teruskan sampai 0%

Untuk pulau Sumatera prestasinya hampir sama dengan Kalimantan, tapi ada beberapa provinsi yang presentase kemiskinannya belum sampai 10%. Untuk pemerintah provinsi Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Jambi, Riau, dan Sumatera Barat saya ucapkan selamat karena sudah berhasil memberantas kemiskinan sampai presentasenya dibawah 10%. teruskan sampai 0%

Untuk pulau-pulau Indonesia bagian timur sebagian besar menempati urutan-urutan terakhir kecuali Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Mungkin karena belum banyak pembangunan yang dilakukan di daerah-daerah tersebut.

 

sanitasi, sederhana tapi membingungkan

TA saya tentang sanitasi. memang konsepnya sederhana.tapi kalo dipikir2 njelimet juga.

Disini saya coba paparkan secara sederhana…

Sistem pembuangan kotoran manusia di pedesaan terpencil kebanyakan menggunakan  sistem jamban sederhana, hanya berupa tanah yang digali atau pembuangan ke sungai

 

sumber gambar: dimsum.its.ac.id

kondisi ini menyebabkan :

1. Pada sistem pembuangan kotoran ke galian tanah yang terbuka akan mengundang lalat untuk hinggap kemudian lalat tersebut hinggap ke makanan manusia. Makanan tersebut dimakan manusia. dan akhirnya secara tidak langsung manusia makan kotorannya sendiri. Padahal di dalam kotoran ada berbagai macam mikroorganisme patogen yang bisa menyebabkan berbagai macam penyakit. Maka manusia yang secara tidak langsung memakan makanannya sendiri akan terkena penyakit-penyakit yang berasal dari mikroorganisme di dalam feses seperti diare dan kolera.

2. Pada sistem pembuangan kotoran ke sungai yang terjadi adalah kotoran yang dibuang ke sungai akan menyebabkan polusi ke hilir sungai. Sedangkan ada beberapa orang yang mengambil air dari hilir sungai untuk keperluan mandi dan cuci. Secara tidak langsung mereka menggunakan kotorannya sendiri untuk mandi dan cuci. Walaupun mereka tidak minum air yang terkontaminasi tersebut tapi bila air yang terkontaminasi digunakan untuk mandi dan cuci, mikroorganisme akan menempel pada kulit dan menyebabkan penyakit kulit.  

Untuk mengatasi hal ini diperlukan adanya sistem sanitasi yang memadai untuk menghindari terjadinya kontaminasi ke dalam tubuh manusia dari mikroorganisme patogen tersebut.  Adapun beberapa langkah sederhana yang harus dilakukan untuk memperbaiki sistem sanitasi pada daerah seperti yang dipaparkan diatas:

1. Memberikan penjelasan kepada warga tentang pentingnya sistem sanitasi yang memadai

2. Membangun sistem jamban tertutup agar kotoran yang dibuang tidak mengundang lalat untuk hinggap

3. Membangun sistem pengolahan lumpur kotoran manusia bisa berupa septic tank, sistem penyaluran air buangan, atau instalasi biogas agar kotoran yang dibuang tidak mencemari tanah.

Sistem yang akan saya gunakan adalah membangun jamban dengan dua lubang yang memisahkan urine dan feses. kemudian menyalurkan urin ke penampungan urin dan menyalurkan feses ke instalasi biogas untuk produksi biogas.

Tujuan dari TA saya adalah meyakinkan warga untuk menggunakan sistem ini. Maka dari itu saya harus membuat proposal saya se-simpel  mungkin supaya bisa dimengerti orang awam tapi tetap berisi lengkap. Terkadang saya bingung menulis apa. karena kebanyakan fakta2 yang ada bentuknya memang agak ilmiah, sehingga tidak cocok untuk dibaca warga awam. Pada akhirnya saya hanya menulis hal2 umum saja.

Jika saya mau terus menekuni bidang sanitasi, mungkin saya akan bekerja di Departemen Kesehatan RI. Karena dari hasil penelusuran saya lewat internet, program perbaikan sanitasi kebanyakan dilakukan oleh Departemen Kesehatan. Mungkin ada beberapa institusi lain berupa LSM yang melakukan hal ini, tapi saya masih belum tau LSM apa yang menangani masalah perbaikan sanitasi. Jika ada yang tau Informasi tentang LSM yang bergerak di bidang sanitasi tolong beri tahu saya. Terimakasih.

 

ternyata belanda tidak se-perfect itu

sejak awal saya belajar di belanda, saya hanya dicekoki informasi2 keberhasilan belanda menyelesaikan masalah. bahkan seringkali dosen dan teman2 belanda saya berkata "we don’t have problem any more now, what we do now is trying to help other country to solve their problem" (cih sombong amat) tapi hari ini saya menemukan problem belanda yang sampai saat ini belum terpecahkan, yaitu para "scumbag".

Begini ceritanya:

Scumbag adalah orang2 yang kerjaannya hanya tidur, makan, minum bir, ngerokok, nonton tv, bikin anak, dan hal2 tidak penting lainnya. Herannya orang2 seperti ini disubsidi oleh pemerintah belanda. Alih2 daripada mereka mencuri lebih baik disubsidi. niatan awalnya mereka disubsidi supaya mereka punya modal untuk memulai usaha baru atau mencari kerja. tapi kenyataanya mereka tidak mau bekerja, mereka sudah puas dengan subsidi pemerintah yang setiap bulannya sekitar 1000 euro. Dan ternyata orang2 yang seperti ini tidak hanya satu atau dua keluarga. tapi ratusan. hampir di setiap kota ada masyarakat ’scumbag’ seperti ini. kalau di Deventer ada di derevierenweg (daerah yang nama jalannya nama2 sungai).

Jika anda ingin melihat bagaimana rupa pada scumbag di belanda, ada beberapa serial TV yang menayangkan tentang scumbag-scumbag ini. Kebanyakan adalah serial komedi seperti New Kids on The Block yang terkenal dengan Bakpao Broodje-nya, The Flodder, dan De Pulp show




Ada lagi serial tv yang menayangkan scumbag yang sesungguhnya dalam sebuah tv swasta di belanda. Adanya acara ini dimaksudkan agar para masyarakat intelektual belanda sadar bahwa pajak tinggi yang selama ini mereka bayarkan hanya dipakai untuk minum bir, nonton tv, dan merokok, sehingga mereka bisa memberi masukan kepada pemerintah supaya orang2 tersebut bisa berubah (bukan dimaksudkan agar mereka tidak membayar pajak lagi).

menyambung tulisan saya sebelumnya ttg "kalau indonesia menjadi negara sosialis" , ternyata negara sosialis juga punya masalahnya sendiri, ya salah satunya seperti contoh di atas. kalau negara se-maju belanda aja masih banyak yang kaya gini waktu negaranya dibuah jadi sosialis gimana indonesia, pasti makin banyak orang-orang yang seperti ini. intinya sistem ekonomi negara yang seperti sekarang saya rasa sudah cukup baik, hanya saja masi karena banyak yang korupsi jadinya tidak ada kemajuan sampai sekarang. hah memang bingung ngomongin masalah ekonomi, apalagi saya bukan anak ekonomi, tambah pusing lagi…

  • Panel Admin