Biaya Pendidikan
Sampai sekarang, masyarakat Indonesia masih banyak yang memprotes mahalnya biaya pendidikan. Memang anggaran pendidikan negara masih belum dinaikkan, baru ada rancangannya saja, belum direalisasikan. Maka dari itu kemain saat SBY ke Surabaya para mahasiswa MALAYA (Malang Surabaya) mengadakan aksi untuk merealisasikan rancangan APBN tersebut.
Di Jakarta, sekarang sekolah-sekolah negri dari SD sampai SMP sudah digratiskan biaya masuknya. Malahan pada kampanye Gubernur Adang-Dani menjanjikan akan menggratiskan sampai SMA, tetapi tidak jadi karena yang terpilih bukan Adang-Dani.
Di ITS, kampus saya sendiri, yang memang sebagian besar mahasiswanya termasuk kalangan tidak mampu, ada keringanan biaya kuliah. Hanya saja keringanan ini dibuat rumit pengurusannya. Jadi banyak mahasiswa yang meminta keringanan menganggap ITS pelit. Padahal sebenarnya maksudnya supaya mereka tidak kecolongan memberi pada orang yang sebenarnya mampu.
Dalam mengurus keringanan biaya kuliah ini pertama memang hanya bisa di-undur pembayarannya. Tetapi bila tidak bisa membayar, sebenarnya masih bisa diurus lagi untuk dapat bebas biaya kuliah. Hanya saja banyak yang mengira ITS hanya memperbolehkan mengundur pembayaran uang kuliah. Agar dapat bebas uang kuliah juga sebenarnya tidak mudah. Si mahasiswa yang minta pembebasan biaya kuliah harus punya prestasi yang cukup membanggakan. Bila ia tidak punya prestasi yang cukup membanggakan, ia bisa mencari beasiswa dari pihak selain ITS. Sekarang kan sudah sangat banyak perusahaan yang menawarkan beasiswa ke para mahasiswa.
Yang penting bagi mahasiswa yang kesulitan membayar biaya kuliah jangan pernah putus asa dalam belajar dan meraih cita-cita. Ada banyak cara yang masih bisa dilakukan untuk tetap kuliah dan meraih cita-cita.
