Solusi Baru Untuk Lumpur Lapindo

February 25, 2008

Pada hari Minggu, tanggal 23 Februari tepatnya, saya mendengar di radio Elshinta, ada solusi baru untuk menghentikan semburan Lumpur lapindo. Usulan ini datang dari tim penanggulangan Lumpur Lapindo dari ITS.
Elshinta mewawancara Jaya Laksana, ketua tim penanggulangan lumpur lapindo ITS. Beliau mengemukakan solusi baru itu adalah dengan menerapkan hukum bernoulli.
Caranya adalah membuat dinding di sekitar semburan setinggi total head yang didapat dari tekanan semburan. Contoh sederhananya seperti bila air disemprotkan dari selang, bila selang tersebut di-bedirikan sampai pada ketinggian tertentu, air tidak akan menyembur keluar dari selang. Ketinggian selang, dimana air dari selang tidak menyembur keluar disebut total head.
Kekurangan dari solusi ini adalah kurangnya biaya untuk membangun dinding di sekiar semburan tersebut. Jadi sampai sekarang belum terlaksana.

Hidup Mahasiswa!!

February 15, 2008

 Pertama kali mendengar kata-kata “Hidup Mahasiswa!!” saya sedikit kagum akan mahasiswa, terutama yang menjadi aktivis. Tapi seiring saya menjadi mahasiswa dan memasuki dunia aktivis melalui menjadi anggota BEM kampus, mengapa saya jadi bosan mendengar kata-kata tersebut?

Beberapa hari lalu, saya melakukan studi banding BEM kampus saya ke kampus lain. Di kampus tersebut, saya menemukan selogan baru yang membuat saya lebih bersemangat mendengarnya, yaitu “JAYA BANGSAKU, JAYA INDONESIAKU!!!”

Dari mendengar selogan tersebut, saya merasa tidak hanya mahasiswa yang harus di-“HIDUP”-kan. Tapi bangsa kita juga harus diberi semangat “HIDUP”. Walaupun memang yang biasa disebut penggerak bangsa adalah mahasiswa, tapi setidaknya ikutkan “BANGSA” dalam memberi semangat perjuangan perubahan Indonesia.

 

all bout ormec

Surabaya, 14 Februari 2008

 Tadi siang, saya tiba2 diajak ngobrol tentang ORMEC oleh teman saya. Pertama dia menanyakan pendapat saya tentang GMNI. Terus terang saya hanya tahu kalau GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) itu salah satu ORMEC yang punya ideologi Marhaenisme, yang pertama kali muncul di Indonesia dipelopori Bung Karno. Di pikiran saya selama ini, marhaenisme itu semacam paham sosialis yang di dalamnya ada unsur pencampuradukan agama. Memang itu pikiran sempit saya, karena yang saya tahu, Bung Karno pernah mencoba segala agama. jadi kemungkinan paham yang dibawanya juga mencampuradukan segala agama. Dan akhirnya sekarang saya tahu apa marhaenisme itu sebenarnya.

Jadi, marhaenisme yang saya tangkap adalah golongan orang-orang proletar, atau golongan rakyat miskin yang tidak bermodal. Dari kondisi Indonesia sampai saat ini, dapat dilihat lebih banyak kaum proletar daripada kaum borjuis (kaum bermodal). Paham marhaenisme ada untuk membela para kaum proletar ini. Memang ada unsur sosialis di dalamnya, yang saya tangkap. Karena di dalam marhaenisme, ada penyatuan pikiran dari berbagai macam agama. bukan tentang agama, tapi tentang pikiran-pikiran mereka mengenai membela rakyat kecil.

Tapi saya tidak tahu juga apa yang sebenarnya di dalam marhaenisme atau GMNI tersebut. Wallahualambisawab.

Masih tentang ORMEC. Berikut pendapat2 saya sendiri tentang ORMEC.

Sebenarnya, apa yang membuat para mahasiswa membentuk ORMEC?

Mungkin pertama kali adalah keinginan mereka untuk membantu rakyat kecil, dilihat dari kegiatan ORMEC yang biasanya berkaitan dengan rakyat kecil.

Apakah mahasiwa yang ikut ORMEC dapat dipastikan bila ia memiliki kesempatan utnuk menjadi salah satu pejabat negara, akan dapat menciptakan pemerintahan yang sehat? Bebas dari berbagai macam KKN?

Yang saya lihat, sepertinya ikut ORMEC tidak menjamin bila ia menjadi unsur pemerintahan akan bersih karena dulu ia pernah membela rakyat kecil dan mengecam pemerintah yang kotor. Karena banyak contoh para pejabat pemerintahan yang dulunya pernah tergabung dalam ORMEC tertentu, sekarang malah tersandug kasus KKN. Menurut saya yang penting bukan menjadi bagian dari ORMEC tersebut, tapi lebih penting menjaga hati supaya tidak tergoda hal-hal yang kotor. Godaan seperti itu mungkin akan jauh lebih besar pada saat menjadi anggota dalam pemerintahan. Terbukti dari banyaknya anggota pemerintahan yang telah tertangkap akibat melakukan KKN.

Jadi, Apa ORMEC perlu?

Mungkin untuk mengembangkan sikap kritis mahasiswa, ORMEC perlu. Tetapi tidak dengan penyimpangan. Harus ada batas-batas tertentu yang diterapkan para pendiri ORMEC supaya dapat menghindari penyimpangan-penyimpangan yang dapat terjadi. Lebih baik lagi ada sarana bagi para mahasiswa yang pernah tergabung dalam ORMEC tersebut untuk membantu mereka menjaga diri dari hal-hal yang menyimpang dari apa yang menjadi misi-misi ORMEC tersebut.

Apa anda tertarik tergabung dalam suatu ORMEC?

Terus terang saya tertarik untuk bergabung dalam suatu ORMEC, untuk mengembangkan sikap kritis saya. Tapi yang saya takutkan adalah terjerumus hal-hal yang menyimpang. Dan sampai saat ini, bila saya mencoba berdiskusi dengan teman-teman saya yang sudah tergabung dengan suatu ORMEC, saya merasa tidak begitu mengerti apa yang mereka bicarakan. Karena yang mereka diskusikan sudah tingkat tinggi. Memang saya suka berbicara tentang politik, tetapi tidak sedetail yang mereka bicarakan, karena memang saya belum tahu banyak tentang politik. Dan saya tidak begitu tertarik untuk membicarakannya lebih detail. Saya hanya ingin tahu saja apa kabar-kabar politik yang sedang terjadi di Indonesia, dan itu juga hanya kabar-kabar yang sering dibicarakan saja. Karena menurut saya masih banyak kabar-kabar lain selain politik yang perlu diketahui.

Reporter : Anya                

Narasumber : Anya       

Dibutuhkan : Pencipta Lagu untuk Anak-Anak

 Suatu malam, saya sedang berjalan di sekitar kampung kos-kosan saya untuk membeli makan malam. Ketika itu, saya mendengar anak-anak yang sepertinya masih duduk di bangku Sekolah dasar antara kelas satu sampai tiga, dilihat dari ukuran tubuh mereka yang belum begitu besar. Mereka bersama-sama menyanyikan lagu “Makhluk Tuhan Yang Paling Sexy”.

Mungkin orang tua mereka hanya tertawa mendengar mereka menyanyikan lagu untuk orang dewasa itu. Tapi saya sendiri mendengar anak-anak tersebut menyanyikan lagu itu merasa kasihan. Karena mereka tidak tahu lagu apa yang pantas untuk mereka nyanyikan.

 Ironis memang, saat ini sepertinya tidak ada lagi penyanyi cilik yang menyanyikan lagu-lagu yang dikhususkan untuk anak-anak. Sehingga anak-anak sekarang hanya tahu tentang lagu-lagu untuk orang dewasa yang sebenarnya belum pantas mereka nyanyikan.

 Saya heran, kemana para penerus pencipta lagu-lagu anak-anak seperti Ibu Sud, A.T. Mahmud, Papa.T. Bob, dan lainya. Apakah saat ini tidak ada pencipta lagu yang berminat menciptakan lagu untuk anak-anak? Apa pencipta lagu saat ini hanya mementingkan permintaan pasar bukan kualitas?

Semoga saja ada pencipta lagu yang membaca tulisan saya ini, sehingga mereka tergerak hatinya untuk menciptakan lagu untuk anak-anak. Kasihan anak-anak sekarang yang tidak dapat merasakan keriangan lagu anak-anak yang cocok untuk mereka, malah mendapat suguhan lagu-lagu yang tidak mendidik.

bonus

 

 

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here