milih calon wakil rakyat susah-susah gampang

July 10, 2008

Tahun 2009 tinggal 5 bulan lagi. Pada tahun ini akan diselenggarakan Pemilihan Umum. Pemilu 2009 ini merupakan pemilu pertama saya. Karena sebelumnya pada pemilu 2004 saya belum berusia 17 tahun, jadinya belum boleh ikut.

Ikut pemilu itu, bagi saya seperti ikut menyumbangkan suara kita untuk Indonesia. Lebih tepatnya untuk memilih siapa orang yang cocok untuk mewakili suara rakyat dan orang-orang yang mau mencari solusi apa yang terbaik untuk Indonesia. Tapi sayangnya pemilu tahun kemarin belum dapat menyaring orang-orang yang benar2 dapat mengemban amanah tersebut.

(more…)

tentang saya

July 9, 2008

Saat ini, saya sudah memasuki usia ke-20 tahun. Sudah saatnya untuk dapat menemukan jati diri saya yang sebenarnya. Tapi sampai sekarang sepertinya saya belum bisa menemukan jati diri saya.

Saya jadi teringat salah satu perkataan Ahmad Wahib dalam buku hariannya :

Semuanya ini membuat aku cemas menghadapi masa depan. Gairah, senang, tapi di lain putus asa, takut, cemas, dan lain-lain. (Ahmad Wahib, Pergolakan Pemikiran Islam, Catatan Harian, penerbit LP3ES, Jakarta 1981)

Saya sendiri, seringkali ada juga perasaan seperti itu, senang tapi di lain seperi ada yang mengganjal. Tapi saya tidak tahu apakah sesuatu yang mengganjal itu. Seperti tidak ada yang dapat membuat saya benar2 senang.

Mungkin salah satunya karena saya masih belum tahu apa yang harus saya lakukan untuk Indonesia. Setidaknya dalam satu bidang saja, dapat diselesaikan masalahnya. Ya mungkin saja saya dapat berperan dalam bidang lingkungan karena memang saya kuliah di jurusan Teknik Lingkungan. Tapi sampai sekarang saya tidak ada bayangan tentang apa yag dapat saya berikan untuk Indonesia. Jangankan terpikirkan tentang hal itu, sekarang saja saya masih belum terpikirkan tentang apa Tugas Akhir saya nanti. Padahal tinggal setahun lagi sudah harus memberikan proposal Tugas Akhir. Jika saya ingin lulus 4 tahun(amieeeeeeen).

kungfu panda

July 8, 2008

Di film Kung Fu Panda ada satu perkataan Master Oogway yang saya suka : 

you’re too concern about what was and what you going to be. There is a say : Yeterday is History, Tommorow is Mistery, but Today is a Gift. That is why it is called Present

 

genjer

July 6, 2008
 genjer
Waktu jalan2 ke citarik, ada lahan bekas sawah yang udah tidak dipakai, tiba2 ibu saya berceletuk "mbak, tau ga ini taneman apa?". saya asal saja berceletuk "gatau, genjer-genjer kali" karena memang saya sedang penasaran tanaman genjer dari lagu genjer2 itu seperti apa. lalu ibu saya bilang "iya bener". Saya kaget, ternyata ini toh yang namanya genjer. Karena sudah lama saya penasaran seperti apa tanaman genjer sejak tahu lagu genjer2, akhirnya saya mengabadikan foto tanaman genjer ini sepuasanya. oya, bagi yang belum tahu lagu genjer-genjer berikut ini ada liriknya :
Gendjer-gendjer neng ledokan pating keleler
Gendjer-gendjer neng ledokan pating keleler
Emake thole teka-teka mbubuti gendjer
Emake thole teka-teka mbubuti gendjer
Oleh satenong mungkur sedot sing tolah-tolih
Gendjer-gendjer saiki wis digawa mulih.
Gendjer-gendjer esuk-esuk digawa nang pasar
Gendjer-gendjer esuk-esuk digawa nang pasar
didjejer-djejer diunting pada didasar
dudjejer-djejer diunting pada didasar
emake djebeng tuku gendjer wadahi etas
gendjer-gendjer saiki arep diolah.
Gendjer-gendjer mlebu kendil wedange umobGendjer-gendjer mlebu kendil wedange umobsetengah mateng dientas digawe iwaksetengah mateng dientas digawe iwaksega sa piring sambel penjel ndok ngambengendjer-gendjer dipangan musuhe sega
 
kalau mau tau artinya, silahkan cari sendiri di blog lain. Karena saya sendiri tidak begitu mengerti bahasa jawa.hehe.
kalau mau tau lagunya seperti apa, bisa dicari di 4shared.com 
 
rr

Ahmad Wahib

July 1, 2008

Banyak yang sudah tahu tentang Soe Hok Gie, tapi tidak banyak yang tahu tentang Ahmad Wahib. Beliau adalah seorang aktivis juga pada zaman yang sama seperti Soe Hok Gie, yang juga lahir pada tahun 1942, sama-sama menekuni setia catatan harian, memberikan komentar pada segala jenis peristiwa dari filsafat, agama, sampai politik. keduanya mengalami nasib yang sama, yaitu mati muda.

Yang berbeda, Soe Hok Gie lahir dan besar di Jakarta yang merupakan pusat segala kegiatan di Indonesia, sedangkan Ahmad Wahib lahir dan besar di Madura. Perbedaan satu lagi adalah Soe Hok Gie tidak percaya pada agama aapun, sedangkan Ahmad Wahib sangat patuh pada ajaran-ajaran Islam,karena memamng ia dibesarkan di lingkungan santri.

Berikut kutipan-kutipan tulisan Ahmad Wahib :

Semuanya ini membuat aku cemas menghadapi masa depan. Gairah, senang, tapi di lain putus asa, takut, cemas, dan lain-lain. (Ahmad Wahib, Pergolakan Pemikiran Islam, Catatan Harian, penerbit LP3ES, Jakarta 1981)

Dalam kutipan ini, Wahib berfikir bahwa hidup ini serba hitam, tak ada yang benar-benar dapat membuatnya bahagia.

(more…)

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here