Pelajaran di Surabaya
Saat ini, saya sudah dua tahun tinggal di Surabaya. Saya tinggal di Surabaya karena kebetulan saat SPMB saya diterima di ITS(Institut Teknologi Sepuluh Nopember). Dari dua tahun ini, saya melihat banyak hal yang tidak saya lihat sebelumnya saat saya masih tinggal di JaBoDeTa(Jakarta Bogor Depok Tangerang).
Di Surabaya ini, saya lihat masih banyak teman-teman saya yang membayar SPP saja sulit. Padahal waktu pertama kali saya mengetahui uang masuk ITS dan SPPnya saya merasa terlalu murah bila dibandingkan Perguruan Tinggi Negri lain yang juga terkemuka. Tapi ternyata walaupun menurut saya itu sudah cukup murah, masih banyak teman-teman saya yang kesulitan dalam membayar SPP.
Selain itu, banyak juga teman-teman saya yang mengalami kesulitan dalam kuliah. Padahal menurut saya, atas pembandingan dengan perguruan tinggi terkemuka lain, pemberian nilai di ITS termasuk sangat murah. Karena masih ada nilai AB dan BC, dimana masih ada nilai tambah apabila nilai yang didapat diantara A dan B atau B dan C. Di perguruan tinggi lain hanya ada penilaian A, B, C, D, dan E saja. Jadi jika nilainya sudah tidak dibawah A, ya dapat B. Padahal selisih nilai A dan B cukup jauh, A bernilai 4 dan B bernilai 3. Herannya masih banyak yang Indeks Prestasinya dibawah satu koma.
Fakta lain yang saya lihat, banyak juga teman-teman saya yang depresi karena tugas-tugas kuliah yang mereka rasa terlalu sulit. Gara-gara depresi yang berlebihan, banyak teman saya yang jatuh sakit. Untung saya orangnya tidak terlalu memikirkan sesuatu sampai depresi, jadi alhamdulilah tidak pernah sakit.
Dari fakta-fakta diatas, saya merasa amat sangat bersyukur masih bisa bertahan di ITS, masih bisa kuliah dengan tenang. Tidak khawatir tidak bisa bayar uang SPP, tidak khawatir nilainya tidak mencukupi, dan juga tidak khawatir karena sakit berkepanjangan.
Saya hanya bisa ikut berdoa untuk teman-teman saya yang sedang menghadapi cobaan saat kuliah, supaya mereka bisa menghadapi cobaan-cobaan tersebut. Karena saya tidak tahu harus melakukan apa kepada mereka.

tidak khawatir karena sudah tau (mengerti) apa yang akan terjadi nanti. seperti orang takut, kenapa takut? karena mereka tidak tau dengan pasti apa yang akan terjadi.
blognyaa keren
ada yang bisa dipelajari nih
lanjutttt……
Comment by zayn zesha — September 16, 2008 @ 3:22 am
Mbak,kan yang milih ITS mbak sendiri. Ma udah ngasih pandangan tapi mbak nyari yang murah, gpp sih nyari tempat kuliah yang murah tapi hrs mau menerima semua keadaannya.Alhamdulillah mbak tau itu dan mau ambil resiko hidup jauh di Sby dengan ambil ITS nya. Ma berharap tetap semangat terus dengan cara lulus tepat dan nilai bangus, boleh berorganisasi tp jgn lupa utamanya ya lulus dgn nilai bagus.Ok. Keep in touch with healthty life & jgn lupa sholat 5X. Cium ma dari jauh. OK? Wass
Comment by anismade — December 1, 2008 @ 10:36 am