Tipe orang muslim di Deventer

Muslim Indonesia:

solat 5 waktu, solat jumát (bagi yang laki-laki) , puasa ramadhan, puasa sunnah, tidak mabok2an , beli daging di toko Turki, supaya halal

Muslim Iran :

tidak solat, tidak puasa, tidak solat Jum’at, tidak mabok. mungkin ada beberapa yang menaati hukum islam, tapi teman2 iran yang saya temui rata2 begitu.

Muslim Turki :

solat hanya saat ingin solat, solat jumát (bagi yang laki-laki), puasa ramadhan, tidak mabok2an, beli daging di toko Turki, karena itu toko saudaranya

Muslim Maroko :

solat 5 waktu, solat jumát (bagi yang laki-laki), puasa ramadhan, puasa sunnah, tidak mabok2an, beli daging di toko Turki supaya halal. rata-rata orang maroko yang menetap disini menikah dengan orang belanda asli, dalam misi meng-islamkan mereka. 

Muslim Tanzania :

solat 5 waktu, solat jumát (bagi yang laki-laki), puasa ramadhan, puasa sunnah, tidak mabok2an, beli daging di toko Turki supaya halal. muslim Tanzania biasanya bukan menetap disini tapi hanya sebagai pelajar pendatang. di Tanzania sendiri mayoritas muslim berada di pulau Zanzibar, sedangkan mayoritas agama di Tanzania adalah animisme, yang percaya pada roh-roh nenek moyang.

Muslim Ethiopia :

solat 5 waktu, solat jumát (bagi yang laki-laki), puasa ramadhan, puasa sunnah, tidak mabok2an, beli daging di toko Turki supaya halal. seperti muslim Tanzania, muslim Ethiopia rata-rata hanya menetap sementara sebagai pelajar. Di Ethiopia sendiri, separuh masyarakatnya menganut islam. 

Pada waktunya solat Jumat semua laki-laki muslim di Deventer berkumpul di masjid

 

 

Wayang Orang Sriwedari X Sendratari Ramayana Prambanan

Wayang Orang Sriwedari

• Tiket : Rp. 5000,- . Kamera Rp. 0,- . Handycam Rp. 0,- (lebih murah dari harga nelpon)

• Ada Backdrobe yang bisa diganti-ganti

• Pementasan dilakukan panggung di dalam gedung tua, tapi sepertinya kondisinya masih cukup baik.

• Pencahayaan cukup baik

• Ada tariannya, tapi sebentar

•Ada dialog menggunakan bahasa jawa, kebanyakan menggunakan kromo inggil (bahasa jawa halus) . Tapi ada juga yang menggunakan bahasa ngoko (bahasa jawa kasar), pada saat adegan punakawan.

(more…)

Punk Community

Kemaren, waktu gw hunting bareng temen gw di Taman Apsari Surabaya, gw ketemu anak Punk. Soalnya di Balai Pemuda (ga jauh dari Taman Apsari) kebetulan lagi ada acara SURABAYA ERROR, acaranya anak-anak punk se- Indonesia. Trus, gw kenalan ama 3 orang anak punk. Gw lupa namanya, yang gw inget mereka dari Pondok Kopi, Bekasi.
Dua orang di foto samping itu sodaraan. Kakanya yang cewe, umurnya 18 taun. Adeknya 14 taun. Gw lumayan banyak nanya macem2 ke mereka, kebanyakan nanya ke kakanya siy. Ni pertanyaan-pertanyaan gw :
Tau ada acara kaya gini dari mana?
Dari hape, anak-anak punk surabaya ngabarin ke kita
Ke Surabaya Naik apa?
Naik kereta, bareng ama anak2 bekasi yang laen
Nginep dimana?
di gedung (Balai Pemuda)
Disediain makan juga?
Ngga, makanya kita blom makan seharian ini. Niatnya si nyari duit buat makan lewat ngamen.
Kenapa ko mau jadi anak punk?
Pertamanya gara2 sering ngeliat anak-anak jalanan yang gayanya punk, kepengen juga kaya gitu. Akhirnya ada juga temen yang ngajakin ke komunitas anak punk di Bekasi, yaudah jadi ikut deh.
Terus adeknya diajak juga?

Iya, adek saya jadi kepengen juga. Yaudah deh diajak
Kalian tinggal di komunitas anak punk apa di rumah ?
keseringan di tinggalnya di komunitas, kadang2 aja pulang ke rumah
Ga dimarahin orang tua kalo pas pulang?
Ya dimarahin sih, tapi kitanya cuek aja. Lagian kan di rumah Cuma bentar
Trus kalo di komunitas punk kan banyak yang make narkoba, kamu ga kepengaruh buat make?
Sebisa mungkin saya ngehindarin narkoba. Apalagi saya juga punya adek yang masih kecil. Jangan sampe deh adek saya kena narkoba.

Yah pokonya intinya anak punk itu ga se-sangar keliatannya. Sebenernya mereka anak baik-baik juga kok. Dandanannya aja yang nyeremin.

Pernikahan beda budaya

Di Indonesia, ada berbagai macam budaya. Dan bila dilangsungkan pernikahan antara dua orang yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda biasanya agak repot. Tapi biasanya pihak mempelai pria akan mengalah dan mengikuti tata adat pernikahan dari pihak mempelai wanita. Namun tidak semua pihak mempelai pria mau mengalah dan mengikuti tata adat dan sistem yang biasa dilakukan dalam budaya sang mempelai wanita.

Seperti salah satu contohnya yang pernah terjadi pada salah satu pernikahan orang yang saya kenal. Dimana dalam pernikahan tersebut budaya arab dan budaya jawa dicampur. Dan pada akhirnya pada saat resepsi berlangsung tidak seperti yang direncanakan. Masalahnya ada pada kebiasaan orang arab dan orang jawa yang berbeda dalam resepsi pernikahan. Bagi orang arab, resepsi biasanya dilakukan terpisah antara pria dan wanita. Kadang pisah ruangan, kadang pula wanita dipersilahkan terlebih dahulu masuk ruangan resepsi kemudian setelah para wanita keluar baru para pria masuk ke gedung resepsi tersebut. Sedangkan bagi orang jawa mereka tidak biasa dengan pemisahan seperti itu. Sehingga pada akhirnya dalam resepsi pernikahan itu dalam gedung resepsi diberi hijab. Tapi ternyata ada satu masalah lagi, masalah makanan. Porsi makan orang arab jauh lebih besar daripada orang jawa. Dan ternyata yang terjadi saat resepsi memang begitu. Banyak orang jawa yang tidak kebagian makanan, terutama di bagian pria. Sehingga para pria yang tidak kebagian makanan mengambil makanan di bagian wanita. Dan pada akhirnya inilah yang membuat resepsi pernikahan menjadi tidak seperti yang direncanakan. Mungkin bagi orang jawa, mereka berfikir mengapa harus dipisah, toh tidak akan terjadi apa-apa bila dicampur. Tapi bagi orang arab, yang para wanitanya biasanya pada saat pesta menggunakan baju-baju yang sangat WAH, mereka malu bila dalam pesta tersebut ada pria yang melihat mereka menggunakan baju yang WAH tersebut.

  • Panel Admin