Film Australia

January 27, 2009

 

Kemarin, saya dateng ke acara Dreaming Stories: Australian Indigenous Cultural Festival di blitzmegaplex Grand Indonesia. Isinya ada pameran lukisan aborigin dan pemutaran beberapa film Australia yang sudah agak lawas (produksi 2000-2007). Kebetulan saya berkesempatan menonton salah satu film australia yang judulnya ‘The Tracker’ produksi 2002.Saya terkesima saat menonton, ceritanya yang tidak biasa dan pengambilan gambar yang luar biasa bagus. Tapi herannya film ini tidak masuk ke bioskop Indonesia pada umumnya. Mungkin karena tergolong film indie. padahal dibanding film-film dari amerika yang ceritanya itu-itu aja, mending nonton film australia. Tapi nontonnya ngga di bioskop, kalo mo nonton musti nyari vcd ato dvdnya dulu. Ya seperti biasa, bioskop2 kebenyakan muter film2 holywood dan film dalam negri (terutama yang horor). karena orang indonesia sukanya yang kaya gitu kebanyakan. buat golongan penyuka film yang ceritanya beda, nontonnya ya ngga di bioskop biasa. bisa di bioskop pribadi,di kineforum,waktu jiffest ato waktu qfilm. Cuma kendalanya film2 ky gt cuma diputer di jakarta aja, jadi yang tau ya orang2 jakarta aja. pernah si di Surabaya ada pemutaran film2 indie dari kineforum, tapi tetep aja jarang2, bisa2 3 taun sekali.

 

idola cilik

January 19, 2009

tau acara idola cilik kan? pertamanya ane ngirain itu acara yang bagus buat anak2 kecil jaman sekarang yang lagi kekurangan penyanyi cilik. tapi setelah lama diliat, sampe sekarang udah idola cilik 2, walopun udah banyak lagu buat anak kecil yang dibuat, tapi publikasinya kurang, buktinya ga ada iklan kaset idola cilik di rcti dan harusnya ada videoclipnya juga.
kritik kedua, harusnya di idola cilik ada screening buat lagu yang bakal dinyanyiin sama pesertanya. soalnya keseringan lagu yang dinyayiin sama anak2 kecil itu lagu yang ga pantes mereka nyanyiin. jadi kan sama aja, apa gunanya coba nyari penyanyi cilik kalo anak2 kecil indonesia nyanyinya masih lagu2 buat orang dewasa

Film Indonesia

October 10, 2008

Sekarang ini, film Indonesia banyak bermunculan. Saat ini saja, kebanyakan bioskop semua studionya menampilkan film Indonesia. Apa ini berarti kenaikan mutu film Indonesia? Kalo dilihat secara keseluruhan, film Indonesia yang mutunya baik hanya beberapa, tiap taun hanya satu atau dua menurut saya. Sisanya, tentang film-film horor, komedi sex, dan cerita cinta. (more…)

kungfu panda

July 8, 2008

Di film Kung Fu Panda ada satu perkataan Master Oogway yang saya suka : 

you’re too concern about what was and what you going to be. There is a say : Yeterday is History, Tommorow is Mistery, but Today is a Gift. That is why it is called Present

 

sinetron indonesia

April 13, 2008

Sekali lagi, saya prihatin terhadap kondisi perfilman Indonesia. Melihat sinetron-sinetron yang ditayangkan sekarang, banyak sekali hal yang sebenarnya salah malah dibenarkan. Seperti sinetron Suci dan Azizah misalnya. Disitu diceritakan bahwa sang tokoh utama hamil diluar nikah. Dan hal tersebut tidak dianggap suatu kesalahan, karena mereka hamil karena cinta. Jadi yang ditekankan dalam sinetron tersebut adalah cinta selalu benar. Apapun kesalahan yang dilakukan kalau itu atas nama cinta hal tersebut bukan lagi merupakan sebuah kesalahan.

Tidak heran, di Indonesia banyak terjadi penyimpangan moral. Salah satu penyebabnya adalah karena sinetron yang membenarkan yang salah. Sehingga orang-orang yang tidak bisa menyaring baik buruk dari sinetron menjadi terkontaminasi hal-hal yang sebenarnya salah.

Saat ini, yang saya pikirkan untuk menangani hal tersebut adalah melapor ke depkominfo untuk dapat mencekal sinetron-sinatron yang tidak mendidik tersebut. Seingat saya, pernah ada layanan telefon yang menerima keluhan mengenai acara-acara yang tidak mendidik. Tapi sekarang iklan tersebut sudah tidak ada lagi. Dan saya menyesal dulu saya belum sempat mencatat nomor telefon layanan tersebut.

Dibutuhkan : Pencipta Lagu untuk Anak-Anak

February 15, 2008

 Suatu malam, saya sedang berjalan di sekitar kampung kos-kosan saya untuk membeli makan malam. Ketika itu, saya mendengar anak-anak yang sepertinya masih duduk di bangku Sekolah dasar antara kelas satu sampai tiga, dilihat dari ukuran tubuh mereka yang belum begitu besar. Mereka bersama-sama menyanyikan lagu “Makhluk Tuhan Yang Paling Sexy”.

Mungkin orang tua mereka hanya tertawa mendengar mereka menyanyikan lagu untuk orang dewasa itu. Tapi saya sendiri mendengar anak-anak tersebut menyanyikan lagu itu merasa kasihan. Karena mereka tidak tahu lagu apa yang pantas untuk mereka nyanyikan.

 Ironis memang, saat ini sepertinya tidak ada lagi penyanyi cilik yang menyanyikan lagu-lagu yang dikhususkan untuk anak-anak. Sehingga anak-anak sekarang hanya tahu tentang lagu-lagu untuk orang dewasa yang sebenarnya belum pantas mereka nyanyikan.

 Saya heran, kemana para penerus pencipta lagu-lagu anak-anak seperti Ibu Sud, A.T. Mahmud, Papa.T. Bob, dan lainya. Apakah saat ini tidak ada pencipta lagu yang berminat menciptakan lagu untuk anak-anak? Apa pencipta lagu saat ini hanya mementingkan permintaan pasar bukan kualitas?

Semoga saja ada pencipta lagu yang membaca tulisan saya ini, sehingga mereka tergerak hatinya untuk menciptakan lagu untuk anak-anak. Kasihan anak-anak sekarang yang tidak dapat merasakan keriangan lagu anak-anak yang cocok untuk mereka, malah mendapat suguhan lagu-lagu yang tidak mendidik.

bonus

 

 

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here