kerja praktek

July 26, 2009

Awalnya saya kira kerja praktek itu sama seperti magang. Ternyata kenyataannya kebanyakan kerja praktek atau pada perusahan tertentu biasa dibilang praktek kerja lapangan (PKL) hanya mengumpulkan data-data dari sebuah perusahaan tertentu kemudian data-data tersebut dilaporkan pada Laporan Kerja Praktek (LKP).

Kalau begitu kenapa namanya kerja praktek? Padahal kita tidak ‘kerja’ sama sekali, hanya mengumpulkan data-data saja. Tapi mungkin pada beberapa perusahaan kerja praktek dianggap seperti magang, sehingga pada mahasiswa KP diberi tugas dan setiap hari diberi upah atas hasil kerjanya.

Saya sendiri termasuk yang pertama, tidak diberi tugas dan tidak digaji. Jadi ke kantor hanya numpang absen dan makan siang. Minggu pertama saya berinisiatif keliling perusahaan dan menanyakan cara kerja masing-masing mesin yang ada disana. Minggu kedua mencoba mengerjakan laporan kerja praktek yang akhirnya selesai pada akhir minggu pertama. Senin besok akan menjadi minggu ketiga saya kmelakukan kerja praktek. Karena laporan sudah selesai saya berniat membolos. Tapi sialnya ada absen, jadi setidaknya saya harus absen dulu baru bolos. Tapi masa harus pergi jauh-jauh dari depok ke priok hanya untuk absen dan makan? Perjalanannya saja menghabiskan waktu 3jam untuk naik 61 (2500) 45 menit, metromini (2000) 1 jam, busway (3500) 1 jam, M15 (2500) 30 menit . trus enaknya ngapain besok?

hmmmmm….

March 23, 2009

Dah lama banget ga nulis,, gara-gara tugas pada numpuk. Harusnya satu semester paling banyak dua tugas besar, tapi gara-gara smester depan ada ekivalensi jadi semester ini ‘disarankan’ ngambil empat tugas besar, soalnya semester depan sks tugas besarnya digabung sama mata kuliah. Kalo digabung kan nilainya ga bisa sendiri-sendiri, jadi kalo tugas besarnya dapet jelek ya udah mata kuliahnya dapet jelek juga.
Kenapa juga harus ada yang namanya ekivalesi? Kata dosen-dosen ‘Untuk mengikuti perkembangan Kurikulum Nasional’, tapi kalo diliat-liat sebenernya mata kuliahnya banyak yg masih sama, SKS-nya aja yang dirubah. Ada juga beberapa mata kuliah yang dihilangkan, karena dianggap sudah terwakili oleh mata kuliah yang lain. Nah mata kuliah yang lain ini SKS-nya jadi ditambah. Penghilangan, penggabungan, dan penambahan mata kuliah ini bikin mahasiswa yang sedang di semester tengah-tengah (4 dan 6) seperti saya jadi kerepotan, apalagi yang ngulang-ngulang, tambah repot lagi. Alhamdulillah saya tidak ada mata kuliah yang mengulang walaupun nilainya pas-pasan (D, C, bungkus, biarin nilainya jelek daripada ngulang, males jeh!). Karena saya berprinsip yang penting lulus 4 taun walopun IP-nya dibawah 3,hehehe. Jangan sampe deh gara-gara ekivalensi doang lulusnya jadi ga tepat waktu. 
Kesimpulannya, semester ini musti buener-buener ruuaajin puuool kalo mau lulus 4 taun, biar ga ngulang tugas2 besar.amiien

Kerja Praktek

February 13, 2009

Rata-rata teman se-angkatan saya dari semua jurusan sudah membuat proposal untuk kerja praktek(KP), sedangkan saya sendiri masih bingung judulnya apa. Saya berniat untuk KP di Balikpapan, tepatnya di PT Total E&P Indonesie. Tapi ternyata banyak juga teman saya yang berniat KP disana, otomatis jadi saingan. Tapi gatau juga kalau misalnya nanti semuanya keterima. Repotnya kalo ngga keterima, apalagi kalo misalnya pengumuman ngga keterimannya udah deket-deket liburan. Bisa-bisa liburan ga jadi KP, dan itu juga berarti kemungkinan saya lulus bisa mundur juga,, tidaaaaaak,,,,,,,

Kalau mau ngirim proposal ke dua perusahaan sekaligus ga boleh sama dosennya. Nanti takutnya kalo dua-duanya keterima berarti harus menolak salah satu perusahaan, ditakutkan kalo kita monolak tawaran KP dari perusahaan yang jelas-jelas sudah menerima kita, nanti TL ITS akan di blacklist oleh perusahaan tersebut. Jadi, musti nunggu pengumuman dari perusahaan pertama sebelum ngirim proposal ke perusahaan kedua.

Sekarang saya sedang mencari perusahaan cadangan in case saya tidak keterima KP di TOTAL. Kira-kira perusahaan apa yang bisa langsung menerima mahasiswa yang mau KP disana? Setidaknya pengumumannya tidak sampai 2 bulan lah. Jadi kalo misalnya ada pengumuman tiba-tiba dari Total bahwa saya tidak diterima sebulan sebelum liburan, saya masih bisa KP di perusahaan lain waktu liburan. Kalau bisa, perusahaannya di Jakarta, biar deket rumah, skalian pulang.

Pelajaran di Surabaya

August 13, 2008

Saat ini, saya sudah dua tahun tinggal di Surabaya. Saya tinggal di Surabaya karena kebetulan saat SPMB saya diterima di ITS(Institut Teknologi Sepuluh Nopember). Dari dua tahun ini, saya melihat banyak hal yang tidak saya lihat sebelumnya saat saya masih tinggal di JaBoDeTa(Jakarta Bogor Depok Tangerang).

(more…)

Demo BBM Kemarin (24 Juni 2008)

June 25, 2008

Barusan saja saya menonton berita di tv tentang liputan demop BBM kemarin di depan kampus atmajaya dan di depan kantor DPR. rasanya cukup miris melihat kelakuan para mahasiswa (benarkah mereka mahasiswa?) yang sangat anarkis. Yang saya lihat di tv, mereka melempari sebuah mobil avansa silver, kemudian memecahkan jendelanya dengan batu bata, lalu menggulingkannya. kemudian mobil avansa tersebut dibakar.semua dilakukan di tengah jalan di depan kampus atmajaya.

apa benar yang melakukan semua itu mahasiswa? setahu saya, mahasiswa adalah orang-orang yang terdidik. tahu yang mana yang benar dan yang mana yang salah. mengapa demo sampai melakukan hal se-anarkis itu?

mari kembali ke 10 tahun silam. saat semua mahasiswa se-Indonesia melakukan aksi untuk REFORMASI. dari liputan-liputan yang saya lihat sepertinya mahasiswa tidak banyak melakukan aksi anarkis. yang menimbulkan kerusuhan adalah kumpulan massa, yang emnjarah, membakar gedung2, dan sebagainya. mahasiswa hanya melakukan aksi damai  supaya pesan yang ingin mereka sampaikan dapat benar2 didengar oleh para wakil rakyat. meskipun sampai membobol gedung MPR/DPR. karena ya memang jarang sekali pesan-pesan yang didengar oleh para wakil rakyat tersebut.

intinya, saya masih punya pikiran bahwa tidak mungkin ada mahasiswa yang melakukan aksi se-anarkis sampai merusak mobil, seperti yang saya lihat di tv. saya yakin itu bukan mahasiswa yang melakukan hal tersebut.

Yang mahasiswa lakukan adalah berfikir bagaimana cara-cara untuk membuat INDONESIA menjadi lebih baik. Dan menyampaikan hasil pikiran-pikiran mereka lewat aksi yang mereka lakukan.

TUGU Rakyat

May 3, 2008

tugu rakyat

Cerita sedikit, saya mendapatkan informasi tentang tujuh gugatan rakyat (TUGU Rakyat) yang dirumuskan pada saat rapat akbar BEM Seluruh Indonesia di UI Depok 20-23 Maret 2008 yang berisi :
1. Nasionalisasi aset strategis bangsa
2. Wujudkan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang bermutu, terjangkau dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia
3. Tuntaskan kasus BLBI dan korupsi Soeharto beserta kroni-kroninya sebagai perwujudan kepastian hukum di Indonesia
4. Kembalikan kedaulatan bangsa pada sektor pangan, ekonomi dan energi
5. Menjamin ketersediaan dan keterjangakauan harga kebutuhan pokok bagi rakyat
6. Tuntaskan reformasi birokrasi dan berantas mafia peradilan
7. Selamatkan lingkungan Indonesia dan tuntut Lapindo Brantas untuk mengganti rugi seluruh dampak dari lumpur Lapindo.
Disini saya hanya ingin memeberi tahu kepada semua mahasiswa di Seluruh Indonesia bahwa teman-teman kita sedang memperjuangkan tujuh gugatan ini. Dan saya harap dengan teman-teman mahasiswa yang belum mengetahui adanya TUGU Rakyat ini segera tahu, mungkin sedikitnya para mahasiswa yang membaca blog saya dapat mengetahui tentang adanya TUGU Rakyat.
Semoga saja dengan bertambahnya mahasiswa yang tahu tantang adanya TUGU rakyat ini, dapat membantu menyelesaikan masalah-masalah yang termasuk di dalam TUGU Rakyat dengan pikiran-pikiran brilian masing-masing.
Di ITS sendiri, untuk membahas salah satu poin dalam TUGU Rakyat, ada dialog interaktif tentang Kasus BLBI. Adanya dialog ini sebagai sedikit upaya untuk menyumbang pikiran-pikiran dari mahasiswa ITS tentang salah satu poin dari TUGU Rakyat ini.

Aksi Pendidikan 2 Mei 2008

Ini pertama kalinya gw ikut aksi beneran. Ternyata emang kaya yang gw liat di tv. RUSUH. Tapi untungnya ga sampe ada aksi vandalisme ato anarkis kaya bakar-bakar sesuatu ato mukul orang. Ya maksud gw rusuh disini ya rame, ganggu pengguna jalan raya soalnya jalannya jadi sempit. Setengah jalan diblokade mahasiswa yang aksi. Jadinya macet deh… pemblokade-an jalan ini sebenernya karena kurang koordinasinya BEM se-surabaya tentang aturan2 aksi. Harusnya jalan yang diblokade Cuma 1/4nya tapi banyak yang ke pinggir2 jalan. Trus waktu dibilangin jangan minggir2 banget eh malah dicuekin. Dasar… yauda de akhirnya dibiarin aja.

Aksi ini diikuti hampir semua BEM kampus se-Surabaya. Sistematika aksi pendidikan yang gw ikut kemaren itu pertama kita aksi di depan GRAHADI (kantor gubernur jawa timur). Aksinya menuntut :

1. Tolak Badan Hukum Pendidikan
2. Realisasi anggaran pendidikan menjadi 20%
3. Tingkatkan kesejahteraan guru dan dosen
4. Pendidikan dasar gratis untuk seluruh rakyat Indonesia

Tuntutan ini dibuat oleh aliansi BEM se-Surabaya.

Waktu aksi di Grahadi ada orasi yang cukup banyak dari perwakilan2 tiap kampus. Kita di Grahadi niat awalnya biar bisa ketemu sama wakil rakyat di grahadi. Tapi ternyata wakil rakyatnya ga ada yang mau keluar. Jadi akhirnya aksinya pindah ke DPRD Surabaya yang letaknya untungnya ga jauh dari grahadi, jadinya tinggal jalan. Nah, waktu jalan dari grahadi ke DPRD ini jalannya di blokade sampe setengahnya. Tapi untungnya deket jadi blokadenya ga lama2.

(more…)

Hidup Mahasiswa!!

February 15, 2008

 Pertama kali mendengar kata-kata “Hidup Mahasiswa!!” saya sedikit kagum akan mahasiswa, terutama yang menjadi aktivis. Tapi seiring saya menjadi mahasiswa dan memasuki dunia aktivis melalui menjadi anggota BEM kampus, mengapa saya jadi bosan mendengar kata-kata tersebut?

Beberapa hari lalu, saya melakukan studi banding BEM kampus saya ke kampus lain. Di kampus tersebut, saya menemukan selogan baru yang membuat saya lebih bersemangat mendengarnya, yaitu “JAYA BANGSAKU, JAYA INDONESIAKU!!!”

Dari mendengar selogan tersebut, saya merasa tidak hanya mahasiswa yang harus di-“HIDUP”-kan. Tapi bangsa kita juga harus diberi semangat “HIDUP”. Walaupun memang yang biasa disebut penggerak bangsa adalah mahasiswa, tapi setidaknya ikutkan “BANGSA” dalam memberi semangat perjuangan perubahan Indonesia.

 

all bout ormec

Surabaya, 14 Februari 2008

 Tadi siang, saya tiba2 diajak ngobrol tentang ORMEC oleh teman saya. Pertama dia menanyakan pendapat saya tentang GMNI. Terus terang saya hanya tahu kalau GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) itu salah satu ORMEC yang punya ideologi Marhaenisme, yang pertama kali muncul di Indonesia dipelopori Bung Karno. Di pikiran saya selama ini, marhaenisme itu semacam paham sosialis yang di dalamnya ada unsur pencampuradukan agama. Memang itu pikiran sempit saya, karena yang saya tahu, Bung Karno pernah mencoba segala agama. jadi kemungkinan paham yang dibawanya juga mencampuradukan segala agama. Dan akhirnya sekarang saya tahu apa marhaenisme itu sebenarnya.

Jadi, marhaenisme yang saya tangkap adalah golongan orang-orang proletar, atau golongan rakyat miskin yang tidak bermodal. Dari kondisi Indonesia sampai saat ini, dapat dilihat lebih banyak kaum proletar daripada kaum borjuis (kaum bermodal). Paham marhaenisme ada untuk membela para kaum proletar ini. Memang ada unsur sosialis di dalamnya, yang saya tangkap. Karena di dalam marhaenisme, ada penyatuan pikiran dari berbagai macam agama. bukan tentang agama, tapi tentang pikiran-pikiran mereka mengenai membela rakyat kecil.

Tapi saya tidak tahu juga apa yang sebenarnya di dalam marhaenisme atau GMNI tersebut. Wallahualambisawab.

Masih tentang ORMEC. Berikut pendapat2 saya sendiri tentang ORMEC.

Sebenarnya, apa yang membuat para mahasiswa membentuk ORMEC?

Mungkin pertama kali adalah keinginan mereka untuk membantu rakyat kecil, dilihat dari kegiatan ORMEC yang biasanya berkaitan dengan rakyat kecil.

Apakah mahasiwa yang ikut ORMEC dapat dipastikan bila ia memiliki kesempatan utnuk menjadi salah satu pejabat negara, akan dapat menciptakan pemerintahan yang sehat? Bebas dari berbagai macam KKN?

Yang saya lihat, sepertinya ikut ORMEC tidak menjamin bila ia menjadi unsur pemerintahan akan bersih karena dulu ia pernah membela rakyat kecil dan mengecam pemerintah yang kotor. Karena banyak contoh para pejabat pemerintahan yang dulunya pernah tergabung dalam ORMEC tertentu, sekarang malah tersandug kasus KKN. Menurut saya yang penting bukan menjadi bagian dari ORMEC tersebut, tapi lebih penting menjaga hati supaya tidak tergoda hal-hal yang kotor. Godaan seperti itu mungkin akan jauh lebih besar pada saat menjadi anggota dalam pemerintahan. Terbukti dari banyaknya anggota pemerintahan yang telah tertangkap akibat melakukan KKN.

Jadi, Apa ORMEC perlu?

Mungkin untuk mengembangkan sikap kritis mahasiswa, ORMEC perlu. Tetapi tidak dengan penyimpangan. Harus ada batas-batas tertentu yang diterapkan para pendiri ORMEC supaya dapat menghindari penyimpangan-penyimpangan yang dapat terjadi. Lebih baik lagi ada sarana bagi para mahasiswa yang pernah tergabung dalam ORMEC tersebut untuk membantu mereka menjaga diri dari hal-hal yang menyimpang dari apa yang menjadi misi-misi ORMEC tersebut.

Apa anda tertarik tergabung dalam suatu ORMEC?

Terus terang saya tertarik untuk bergabung dalam suatu ORMEC, untuk mengembangkan sikap kritis saya. Tapi yang saya takutkan adalah terjerumus hal-hal yang menyimpang. Dan sampai saat ini, bila saya mencoba berdiskusi dengan teman-teman saya yang sudah tergabung dengan suatu ORMEC, saya merasa tidak begitu mengerti apa yang mereka bicarakan. Karena yang mereka diskusikan sudah tingkat tinggi. Memang saya suka berbicara tentang politik, tetapi tidak sedetail yang mereka bicarakan, karena memang saya belum tahu banyak tentang politik. Dan saya tidak begitu tertarik untuk membicarakannya lebih detail. Saya hanya ingin tahu saja apa kabar-kabar politik yang sedang terjadi di Indonesia, dan itu juga hanya kabar-kabar yang sering dibicarakan saja. Karena menurut saya masih banyak kabar-kabar lain selain politik yang perlu diketahui.

Reporter : Anya                

Narasumber : Anya       

…mahasiswa…

December 19, 2007

Chapter I : Mahasiswa Pergerakan X Mahasiswa Hedonisme
Sebenarnya mahasiswa itu apa? Hanya seorang murid dari sebuah perguruan tinggi atau juga agen perubahan?
Kalau menurut saya keduanya benar, karena mahasiswa memiliki peran yang penting dalam sebuah Negara. Baik itu sebagai penerus masa depan maupun agen perubahan.
Sekarang ini ada dua tipe mahasiswa yang paling mencolok. yang pertama mahasiswa hedonisme, yang biasanya hanya memikirkan kesenangan pribadi. Bagi mereka, menjadi mahasiswa sama halnya menjadi seorang murid dari jenjang pendidikan yang lebih tinggi dari SMA. Jadi kebiasaannya masih sama seperti waktu SMA.
Tipe yang kedua adalah mahasiswa pergerakan, yang biasanya ikut diskusi atau aksi yang berkaitan tentang masalah negaranya. Bagi mahasiswa tipe ini, menjadi mahasiswa adalah menjadi seorang siswa perguruan tinggi dan juga sebagai agen perubahan. Jadi mahasiswa tipe ini punya naluri untuk menjadi seorang siswa yang berbeda dari siswa sekolah sebelumnya.
Dari kedua tipe mahasiswa ini biasanya yang lebih diharapkan adalah tipe yang kedua, yaitu mahasiswa pergerakan. Yang memikirkan nasib rakyat.

Chapter II : Menjadi Seorang Mahasiswa Pergerakan
Sejak pertama kali menjajaki dunia perkuliahan, saya memiliki keinginan untuk dapat menjadi seorang mahasiswa pergerakan. Tapi masalahnya, saya tidak menyukai aksi yang biasa dilakukan mahasiswa pergerakan. Terus terang, walaupun saya termasuk dalam badan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa kampus saya, saya tidak pernah mau ikut bila ada aksi turun ke jalan. Karena saya menganggap aksi itu sebenarnya tidak begitu penting. Hanya akan membuat masalah.
Aksi itu sebenarnya untuk apa? Supaya suara atau pendapat kita didengar? Tapi ada perlu seorang yang berpendidikan melakukan sesuatu yang tidak sepantasnya dilakukan seseoran yang berpendidikan, misalnya vandalisme. Seringkali, dalam aksi yang dilakukan mahasiswa, mereka melakukan tindakan vandalisme. Tindakan yang mereka lakukan biasanya karena sudah terbawa emosi.
Karena saya tidak mau melakukan hal-hal yang menurut saya tidak pantas, maka lebih baik saya menghindari hal tersebut dengan tidak ikut aksi mungkin sudah cukup.
Faktor lain dari seorang mahasiswa pergerakan yang kurang sukai, yaitu kebiasaan “NGOMONG DOANG”. Memang omongan dari seorang mahasiswa memiliki kekuatan yang luar biasa. Tetapi seringkali mereka tidak memberi solusi yang praktis. Bahkan terkadang hanya kritikan saja. Misalnya saja demo untuk menaikkan anggaran pendidikan. Mahasiswa tidak memberikan solusi anggaran apa yang sebaiknya dialokasikan untuk dana pendidikan. Yang saya tekankan disini adalah, sebaiknya bila memberikan solusi, berikan solusi secara rinci. Karena pemerintah tidak hanya menangani masalah itu saja, masih banyak masalah lain yang harus ditangani dan dipikirkan solusinya. Dan fungsi mahasiswa sebagai wakil rakyat adalah membantu pemerintah mencari solusi dari permasalahan tersebut.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here