Maestro - Maestro Indonesia

Suatu hari, waktu lagi ke Balai Pemuda(BaPem)  buat nyari kaos, ternyata lagi ada obral buku juga di sana. Ya skalian aja liat-liat, sapa tau ada buku murah&bagus. Alhasil dapet deh buku yang judulnya ‘Maestro-Maestro Indonesia’ dengan harga cykup murah, 5000 rupiah. Isinya tentang biografi singkat para maestro Indonesia. Maestro disini bukan Cuma orang-orang yang berjasa di bidang kesenian, tapi juga di bidang politik.

Orang-orang yang diceritakan  di buku ini : Dokter Wahidin Sudirohusodo, Ki Hajar Dewantoro, Wage Rudolf Soepratman, Affandi, Mohammad Roem, Sutan Takdir Alisyahbana, Amir Hamzah, Jendral Soedirman, Hamengku Buwono IX, HB. Jassin, Abdul Haris Nasution, Soedarpo Sastrosatomo, Mochtar Lubis, Sarwo Edhie Wibowo.

Setelah saya baca buku ini, sebenarnya tidak begitu menarik karena bahasanya yang kurang enak dan sepertinya tiap orang ditambahkan cerita tentang kisah cinta mereka yang menurut saya sebenarnya tidak begitu penting untuk dibahas dalam biografi singkat mereka, ya maklum saja namanya juga buku murah. Tapi secara keseluruhan, dari buku ini ada beberapa orang yang tadinya saya hanya tahu namanya saja sekarang saya jadi tahu siapa sebenarnya dia.

Sebenarnya tentang biografi-biografi singkat orang-orang terkenal dapat dengan mudah dicari di internet. Tapi biasanya kita sedikit malas untuk mencari tahu tentang orang tersebut, apalagi kalau tidak begitu sering mendengar namanya. Makanya saya lebih memilih membeli buku daripada mencari di internet. Lagipula orang-orang yang dibahas di buku ini memang orang-orang yang tidak begitu sering saya dengar namanya selain di pelajaran Sejarah dan Bahasa Indonesia (kecuali Jendral Soedirman dan Ki Hajar Dewantoro). Tapi sekarang saya sudah tidak mendapat pelajaran itu, jadi wajar kalau sudah agak lupa mengenai orang-orang tersebut.

Korupsi Membunuh Bangsa

Sebenernya, pejabat – pejabat itu korupsi bukan karena salah mereka sendiri. Kalo dilihat, kurupsi itu sebenernya udah jedi tabiat alias kebiasaan bangsa kita. Berikut hal – hal yang sering terlihat sehari-hari yang merupakan salah satu tindakan kecil korupsi :
1. Nyontek , termasuk korupsi kecurangan
2. Titip Absen, termasuk korupsi kecurangan
3. Bolos, termasuk korupsi kecurangan
4. Memperbesar biaya yang tertulis di proposal kegiatan agar mendapat dana lebih banyak untuk pesta pembubaran panitia
5. Menyuap dosen/guru supaya nilai kamu bagus.
6. Malak orang, termasuk korupsi pemerasan.
7. Kamu terpilih menjadi juri di sebuah lomba, adik kamu ikut dalam lomba tersebut. Lalu kamu membuat nilai untuk adikmu sebagus mungkin agar dia menang. Ini termasuk korupsi pengadaan.
8. Menggunakan fasislitas yang sebenarnya diberikan untuk orang tua kamu, seperti misalnya mobil dinas punya ayahmu kamu pinjam untuk jalan-jalan dengan temanmu. Ini merupakan tindakan korupsi kecil yang merugikan uang negara.
9. Melanggar praturan lalu lintas, walaupun saat itu tidak ada polisi. Ini berarti menghianati aturan di Indonesia yang telah dibentuk selama bertahun-tahun lamanya. Dan hal ini dianggap biasa saja oleh hampir semua orang di Indonesia. Saya ambil contoh misalnya di Finlandia, walaupun sudah tengah malam, di tengah hutan, dan jalanan sudah sepi, seorang supir taksi yang ditumpangi seorang anggota KPK menghentikan taksinya saat lampu menunjukkan warna merah. Si anggota KPK bertanya (pake bahasa inggris) “kenapa berhenti pak?”. Lalu supir taksi menjawab
“kan lampunya menujukkan warna merah, tandanya berhenti”
“kan sudah tidak ada mobil lagi sekarang”
lalu apa yang dikatakan supir taksi itu?
“kalau saya melanggar lampu ini, itu tandanya saya sudah menghianati peraturan yang sudah dibuat pemerintah Finlandian berpuluh-puluh tahun yang lalu.”
Bayangkan, seorang supir taksi saja begotu patuhnya pada aturan-aturan yang berlaku. Walaupun itu menurut kita mungkin jika dilanggar juga tidak apa-apa. Terang saja bila semua masyarakatnya seperti ini, negara Finlandia menempati urutan pertama untuk rengking negara tidak terkorupsi. Sedangkan Indonesia menempati urutan ke-sekian yang sejajar dengan negara-negara di Afrika yang saya sendiri jarang mendengar namanya, salah satunya yang pernah saya dengar namanya adalah Ethiopia. Berarti negara kita korupsinya sudah termasuk taraf PARAH.
10. Mamberi uang damai ke Polisi waktu ditilang supaya ga udah ikut pengadilan dan duitnya masuk kantongnya si Polisi, itu termasuk penyuapan. Dan penyuapan adalah korupsi.
Saran saya, bila anda terkena tilang, minta saja kertas biru. Biasanya polisi membawa dua surat, yang merah untuk membawa kasus anda ke pengadilan dan yang biru untuk tanda anada bersedia membayar ganti rugi atas kesalahan yang telah anda perbuat ke rekening kantor polisi yang membawahi polisi yang menilang anda. Jadi kan duitnya ga masuk kantong pribadi. Jado bukan korupsi.
11. Penarikan pajak liar atau pungutan liar. Kasus yang pernah saya dengar adalah pungutan liar di Tanjung Priok mencapai belasan milyar.
12. Jual beli barang sitaan. Biasanya dilakukan oleh para pegawai di dinas perpajakan.
13. Membeli barang bajakan. Karena barang-barang bajakan tidak ada pajak yang dibayarkan untuk negara.

Jadi, apakah kamu jugfa termasuk orang yang pernah melakukan korupsi atau tidak? Terus terang saya sendiri juga sering melakukan korupsi. Dan mulai sekarang saya mencoba untuk tidak melakukan hal tersebut lagi.
Kalau kamu termasuk orang yang mengaku IDEALIS, jangan bilang diri idealis dulu jika kamu masih melakukan hal-hal seperti yang tertulis di atas.

Sumber : Pahami Dulu Baru Lawan : Buku Panduan Kamu Buat Ngelawan Korupsi dan dari penjelasan tentang KPK yang pernah saya dapat

  • Panel Admin