koin untuk perbaikan sanitasi indonesia
Sekarang ini sedang marak2nya pengumpulan koin. Pertama kali pengumpulan koin dilakukan pada saat kasus Prita Mulyasari dimana ia harus membayar Rp.204 juta untuk bebas dari tuduhan pencemaran nama baik. Lalu ada lagi pengumpulan Koin Cinta Bilqis untuk membantu biaya operasi Bilqis Anindya Passa (Alm) yang menderita penyakit Atresia Bilier atau kelainan pada fungsi hati.
Mengambil ide pengumpulan koin ini, saya tertarik untuk membuat program pemberantasan sanitasi buruk di Indonesia dengan dana dari koin2 yang terkumpul dari masyarakat. Dana lain bisa dari sumbangan perusahaan-perusahaan sponsor atau dari Anggaran Dept. PU Direktoran PAMSIMAS.
Mengapa perbaikan sanitasi itu penting?
Karena berdasarkan data dari DEPKES, rumah tangga yang mempunyai akses pada sanitasi yang baik 63,5%, dan masih ada sekitar 24,8% (kurang lebih 60 juta penduduk) tidak menggunakan fasilitas BAB (34,5% di kota dan 9,2% di desa).
Tidak adanya fasilitas BAB, menyebabkan para penduduk terkena penyakit-penyakit yang disebabkan oleh bakteri-bakteri dalam kotoran manusia.
Siklus faeco-oral (dari tinja ke mulut)
Ada dua siklus yang menyebabkan tersebarnya penyakit ini, pertama kotoran manusia yang dibuang di atas tanah dihinggapi lalat yang kemudian hinggap di makanan dan makanan tersebut dimakan oleh manusia. Yang kedua, kotoran manusia yang dibuang ke sungai akan ikut mengalir searah arah aliran sungai, dan pada bagian hilir sungai, ada beberapa penduduk yang menggunakan air sungai untuk keerluan sehari-hari, sehingga secara tidak langsung penduduk di daerah tersebut menggunakan air bekas kotoran manusia.
Solusi
Perbaikan sanitasi dengan pengadaan fasilitas BAB yang aman (toilet + pengolahan pasca pembuangan).
Program seperti ini sudah lama ada sejak dibuatnya Peraturan Menteri Kesehatan tentang Sanitasi Berbasis Masyarakat dan sudah mulai dilaksanakan sejak peraturan selesai dibuat. Tapi sampai sekarang belum semua daerah di Indonesia mendapat fasilitas BAB yang aman. Salah satu masalahnya adalah karena kurangnya dana. Apabila kita bisa mengumpulkan koin seperti pada saat pengumpulan koin untuk Prita dan untuk Bilqis, mungkin program ini bisa diselesaikan lebih cepat.
